Assalamualaikum
Sudah tiga tahun saya tidak mengunjungi blog tempat mencurahkan segala hal tentang saya ini. keterbatasan waktu bisa dibilang hanyalah sebuah kata-kata yang klise, keterbatasan minat menulis tepatnya. membuka blog ini seperti membuka memori yang indah dimana saya pada waktu itu sedang getol-getolnya bermain game online, semua waktu, semua perhatian tercurah kepada char di game tersebut. Sampai pada masa dimana penyesalan selalu ada di belakang, Ayah, bapak, Mbah tercinta di jemput ke haribaan yang Kuasa. seakan dunia hancur dimana pada saat saya dibutuhkan, saya malah asik dengan hobi bermain game baik online maupun offline. Semenjak saat itu, tutup bukulah hobi game saya dengan segala penyesalan yang masih menggelantung, but show must go on.
Seiring berjalannya waktu, hobi baru saya geluti. Hobi batu mulia, ya hobi itu. Hobi yang saya bilang menarik karena batu mulia ini tidak mempunyai harga pasaran yang pasti. kata orang, "ah kaya mbah gua lu main batu" atau pada lain kesempatan ada yang bilang "kaya dukun ah jarinya banyak batu". Tapi yah itu semua terserah persepsi orang, toh yang bisa menikmati sebuah hobi itu. Dan ternyata hobi ini bukan hobi yang murah. Tapi, ya namanya hobi, Tidak ada yang murah bukan? Dan sampai sekarang masih tersimpan beberapa batu mulia, termasuk batu mulia yang dulu paling disayang bapak.
Awal tahun 2011, karena keadaan gudang rumah sudah tidak memungkinkan untuk dijejali barang lagi, maka saya dan keluarga melakukan cuci gudang. Ternyata di ujung dalam gudang terdapat 2 benda yang menarik perhatian saya. Sepeda. ya 2 buah sepeda kesayangan Bapak yang mungkin terlupakan jika tidak ada acara cuci gudang. 1 buah mtb jadul dan ontel yang mulai berkarat. Singkat cerita, cuci sepeda, cek ini itu, ternyata banyak yang tidak berfungsi, seperti rem sudah tak mau bergerak, ban sudah mulai botak. Tanya sana sini bengkel mana yang terdekat, dan teman-teman pun menyarankan ke bengkel Acin di daerah cipinang muara. belanja ini itu dan sepeda butut itu bisa menari-nari dijalan. teringat jelas bayangan Bapak pada saat mengendarai sepeda tersebut, bayangan senyuman bahagia Bapak ketika Almarhum mengendarai sepeda tersebut, ya memang bersepeda adalah salah satu hobi beliau. Belum sampai 1 bulan restorasi sepeda, ternyata di gondol maling. hilanglah sebuah kenangan senyuman bapak.
Setelah kehilangan sepeda, semakin bersemangat saya bersepeda, tapi apa daya tunggangan tidak ada. Cek tabungan, cek dompet, bisa beli sepeda baru. bimbang. antara sepeda lipat atau mtb, pertimbangannya adalah jika beli mtb tidak ada tempat untuk memarkir si kuda genjot. searcing sana sini jatuh lah pilihan kepada montague generik. sepeda lipat sekaligus mtb. niat pertama B2W, kok berat ya, upgrade pertama ganti ban diameter 1.90 asik dijalan. pada suatu saat diajak offroad teman, kok berat ya, ganti groupset, kok pegel ya, ganti fork, kok ga keren ya ganti rim. yah ternyata hobi yang satu ini juga bukan hobi yang murah. sampai sekarang hobi ini sedang saya gandrungi sekali. Karena ternyata dengan bersepeda kita bisa menikmati sisi lain dari kota jakarta yang penuh dengan ketidak sabaran, relasi dan temanpun jauh bertambah banyak, bukan hanya yang seumuran, tetapi yang berumuh jauh lebih tua maupun jauh lebih muda.
Beginilah perjalanan saya dari dua tahun lalu sampai detik ini. banyak yang belum dituangkan disini, karena seperti yang saya tulis diatas, keterbatasan minat menulis.
Wassalamualaikum
Teman-temanku Memang Hebat !!!
-
Ayahku pernah berkata “bertemanlah dengan siapa saja, tapi pilih sahabatmu”
Tulisan di bawah ini hanya sekedar lintasan pikiran dan perasaan saya
tentang m...
9 years ago





0 comments:
Post a Comment